Lampung Selatan, 14 Agustus 2024 – Program Studi Teknik Mesin Institut Teknologi Sumatera mengadakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) untuk membahas Evaluasi Kurikulum dan Visi Keilmuan. Kegiatan dilaksanakan secara luring dengan mengundang 3 (tiga) narasumber di Ruang Workshop, Gedung C Lantai 3, Institut Teknologi Sumatera.
Penyampaian materi pertama oleh Riyan Ferdiyanto, S.T. alumni Teknik Mesin angkatan tahun 2017. Lulusan S1 Teknik Mesin dituntut untuk dapat menggunakan data analitik, memiliki kerjasama tim, kemampuan komunikasi, manajemen waktu, manajemen proyek, adaptasi terhadap teknologi baru dan komitmen terhadap pembelajaran berkelanjutan. Selain itu harus memiliki kemampuan analisis dan problem solving. Pembahasan Evaluasi Kurikulum ini memunculkan 5 ide poin yang kami rangkum berikut ini:
- Kurikulum harus banyak memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengenal, menganalisa, dan memberikan solusi dari suatu permasalahan yang dibentuk dalam sebuah kelompok kerja
- Masalah-masalah yang diselesaikan harus berkaitan langsung dengan real problem industri di lapangan.
- Kurikulum harus memberikan tujuan agar setiap mahasiswa memiliki portofolio setelah lulus untuk memverifikasi bahwa lulusan Itera adalah engineer yang berkompeten.
- Kurikulum harus menjadikan mahasiswa lebih adaptif dan paham terhadap proses digitalisasi.
- Kurikulum harus dapat menghasilkan lulusan yang paham terhadap sebuah aturan, standar-standar dan referensi yang ada di industri.
Pemateri juga menyampaikan Strategies for Implementing Ideas yang mencakup beberapa poin yaitu Teknik mesin ITERA harus banyak berkolaborasi dengan industri dengan memanfaatkan segala relasi yang ada, baik dari kampus, dosen maupun para alumni. Menghadirkan mata kuliah yang fokus membahas terkait real problem di lapangan. Menghadirkan mata kuliah yang berkaitan dengan Digitalisasi Industri. Menyisipkan berbagai aturan, standar, maupun referensi di setiap penyelesaian sebuah permasalahan.
Pemateri kedua yaitu oleh Ki Agus Abdul Hadi, S.T., M.T. dari PT Bukit Asam.
Beliau mengatakan, kurikulum Teknik Mesin ITERA harus beradaptasi dengan kurikulum Kampus Merdeka dan kebutuhan dunia industri. Sebab, sebagian besar yang akan menggunakan lulusan adalah pihak industri, “banyak para alumni ketika bekerja tidak percaya diri dan mengalami shock berhadapan dengan kondisi yang kadangkala tidak sesuai dengan bidang. Shock dengan etos kerja yang disiplin dan juga shock karier mandek.” Ucap beliau menambahkan pendapatnya. Dunia industri melirik para lulusan yang punya kompetensi, kreatif, kolaboratif, inovatif dan menguasai berbagai software, terkhusus software bidang Mechanical Engineering dalam perencanaan maupun analisis dan mampu berkomunikasi bahasa internasional.
Pemateri ketiga yaitu oleh Prof. Dr.-Ing. Ir. Harwin Saptoadi, MSE, IPM, ASEAN Eng.
Kurikulum Inti Teknik Mesin Badan Kerja Sama Teknik Mesin (BKS-TM) Indonesia Tahun 2020
Memiliki Pembelajaran Kerjasama Tim ataupun mandiri, mata kuliah harus memenuhi capaian pembelajaran, sebaran mata kuliah sesuai bahan ajar. Memberikan model pembelajaran Merdeka Belajar dan Capstone Design yang relevan dengan Teknik Mesin.
Tim Liputan:
Penulis: Fanesa Abrar Abiyu (Teknik Industri – Magang Humas FTI)
Fotografer: Anugrah Ayub Waskito (Teknik Kimia – Magang Humas FTI)










