Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera (Itera) kembali menggelar kegiatan Studium Generale dengan tema “Perjalanan Menjadi Ahli Drilling Indonesia.” Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dimas Ali Prasojo, S.T., seorang profesional dari PT Parama Data Unit dan juga alumni Teknik Geologi Itera, yang telah berpengalaman dalam bidang drilling dan eksplorasi sumber daya alam Indonesia. Kegiatan dilaksanakan secara daring pada Selasa, 2 September 2025, dan diikuti oleh mahasiswa serta dosen Teknik Geologi dan Teknik Perminyakan Itera dari berbagai angkatan secara daring.
Dalam pemaparannya, Dimas Ali Prasojo menjelaskan bahwa menjadi ahli drilling di Indonesia merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan kombinasi pendidikan, keterampilan teknis, dan pengalaman lapangan. Ia menekankan bahwa industri perminyakan dan gas bumi merupakan tulang punggung energi nasional, di mana tenaga ahli pengeboran berperan penting untuk memastikan operasi berjalan aman, efisien, dan ramah lingkungan. “Emas, berlian, batu bara, nikel, minyak dan gas serta semua mineral yang berharga—mereka terbentuk dari tekanan yang sangat besar dan suhu yang sangat tinggi,” ujar Dimas Ali Prasojo, menggambarkan bahwa proses menjadi ahli sejati juga membutuhkan tekanan, tantangan, dan ketekunan.
Lebih lanjut, Dimas menjelaskan bahwa untuk menjadi drilling engineer profesional, seseorang harus memahami sistem pengeboran secara komprehensif, termasuk power system, hoisting, rotating, circulating, dan Blow Out Preventer (BOP). Selain itu, penguasaan terhadap sensor dan teknologi pengeboran modern menjadi krusial untuk menjaga keselamatan kerja dan efisiensi operasi. Mahasiswa juga diajak untuk memahami pentingnya pengalaman praktis dan pelatihan lapangan, karena teori dan pengetahuan teknis harus diterapkan secara langsung di lapangan untuk membentuk kompetensi nyata. “Menjadi ahli drilling bukan hanya soal memahami mesin dan sistem, tetapi juga tentang membangun karakter, disiplin, dan kemampuan bekerja dalam tim lintas disiplin,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh gambaran nyata tentang karier di bidang pengeboran, sekaligus termotivasi untuk mengembangkan diri sebagai tenaga ahli lokal yang berdaya saing global. Kegiatan Studium Generale ini merupakan bagian dari upaya Itera dalam meningkatkan kompetensi dan wawasan mahasiswa di bidang energi dan kebumian, sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri.



























