Lampung Selatan, 24 Oktober 2025 – Program Studi Teknik Geologi Institut Teknologi Sumatera (Itera) kembali menyelenggarakan Studium Generale dengan tema “Tantangan dan Pendekatan Baru dalam Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi di Lapangan Matang, Indonesia: Studi Cekungan Sumatra Selatan.” Kegiatan ini menghadirkan narasumber Mahesa Sufi Artsani Alwi, S.T., M.T., yang saat ini menjabat sebagai GGR Engineering di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Regional 1. Acara dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta peserta umum dari berbagai institusi. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai peran ilmu geologi dalam kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi, khususnya di lapangan matang yang memerlukan pendekatan baru berbasis inovasi dan pemahaman geologi yang komprehensif.
Dalam pemaparannya, Mahesa Sufi Artsani Alwi menjelaskan bahwa meskipun perkembangan teknologi di industri migas semakin pesat, keberhasilan eksplorasi tetap bergantung pada kemampuan dasar seorang geologist dalam memahami aspek-aspek fundamental seperti stratigrafi, sedimentologi, dan analisis data log. Ia menegaskan bahwa interpretasi geologi yang kuat tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh teknologi canggih. “Seorang geologist harus berani dan tidak hanya bergantung pada teknologi. The past is the key to the future — masa lalu adalah kunci untuk memahami masa depan,” ujar Mahesa dalam paparannya. Beliau juga menyoroti pentingnya integrasi data log geologi dalam menghasilkan peta isopach yang akurat, menemukan zona bypassed pay, dan meningkatkan produksi minyak secara signifikan. Pendekatan ini membuktikan bahwa kombinasi antara penguasaan ilmu dasar dan pemanfaatan teknologi modern menjadi kunci utama dalam eksplorasi lapangan minyak dan gas bumi, khususnya di Lapangan Matang, Cekungan Sumatra Selatan.
Mahesa menambahkan bahwa keberhasilan pengembangan lapangan matang (mature field) sangat bergantung pada kemampuan geologist untuk menginterpretasikan data secara menyeluruh, mempertimbangkan analogi geologi, serta memahami kondisi lapangan secara nyata. Pendekatan yang integratif ini tidak hanya meningkatkan efisiensi eksplorasi, tetapi juga membuka peluang optimalisasi sumber daya energi nasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Teknik Geologi Itera diharapkan dapat memahami bahwa penguasaan ilmu dasar geologi merupakan fondasi penting dalam menghadapi tantangan eksplorasi di era digital. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana inspiratif bagi mahasiswa untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan sektor energi nasional yang berkelanjutan.
Kegiatan Studium Generale ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis, menandakan antusiasme peserta terhadap topik yang dibahas. Acara ditutup dengan foto bersama antara narasumber, dosen, dan seluruh peserta.








