Lampung Selatan, 23 April 2026 – Di tengah pergeseran tren energi dunia menuju dekarbonisasi, Program Studi Rekayasa Minyak dan Gas (RMG) Itera bersama HMMG Petrovandra bergerak cepat dengan menggelar Studium Generale (SG) yang sangat relevan dengan kondisi industri saat ini. Mengambil tema “CCS/CCUS in Indonesia: Current Development, Regulatory Framework, Environmental Risk and Mitigation Issue“, acara ini sukses diselenggarakan di Aula GKU 1 Itera pada Kamis, 23 April 2026.
Acara yang dipandu dengan penuh semangat oleh Callysta Aurina Kania Hatta dan Zia Danish Permana Tera sebagai Master of Ceremony (MC) ini, bukan sekedar kuliah umum biasa, melainkan bentuk kerja sama nyata antara program studi dan himpunan mahasiswa untuk memastikan teman-teman mahasiswa selalu update dengan isu terkini di dunia migas. Tidak hanya itu, acara ini pun mengundang Guru Besar Itera yaitu Prof. Ir. Harkunti Pertiwi Rahayu, Ph.D. selaku Kepala Pusat Mitigasi Gempa Dan Tsunami Itera.
Menariknya, acara ini juga dibuka untuk umum, sehingga antusiasme peserta begitu terasa hingga menembus kuota hingga 436 orang.
Acara ini menhadirkan kombinasi narasumber luar biasa yang memiliki perspektif nyata dari industri untuk memberikan gambaran yang komprehensif:
- Dr. Handoyo, S.Si., M.T. (Dosen Teknik Geofisika Itera), yang membedah dari sisi akademis dan teknis kebumian.
- Egi Ramdhani, S.T., M.Sc. (Senior Manager of Green Business R&D, PT IDSurvey (Persero)), yang hadir sebagai praktisi dari dunia industri nyata, memberikan insight tentang bagaimana teknologi ini diimplementasikan di lapangan.
Melalui diskusi yang dipandu oleh moderator IKT Arya Negara dan Nanda Amalia, peserta diajak untuk mengetahui lebih mendalam mengenai CCS/CCUS serta potensinya dalam business development. Tidak hanya bicara soal teknis penangkapan karbon, SG ini juga mengupas tuntas mengenai regulasi di dalam negeri demi menjaga keberlanjutan industri energi Indonesia.
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam SG ini adalah peran mahasiswa, khususnya di bidang kebumian, dalam menyikapi perkembangan CCS/CCUS. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengamat, tetapi mampu menumbuhkan pemahaman dalam aspek business development agar siap bersaing pada dunia kerja.
“Kita ingin menghadirkan Studium Generale yang benar-benar relevan dengan kondisi terkini. Penting bagi kita semua untuk paham bahwa industri migas terus berevolusi, dan kita harus siap dengan perubahan itu,” ungkap Leoni Cindi selaku Ketua Pelaksana.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta tentang betapa besarnya peluang karir dan kontribusi yang bisa diambil dalam sektor teknologi hijau ini.
Kesuksesan acara ini tentu tidak lepas dari bimbingan seluruh dosen Program Studi Rekayasa Minyak dan Gas Itera. Panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas arahan dan ilmu yang diberikan, dengan harapan Studium Generale ini terus menjadi wadah diskusi progresif dalam mencetak tenaga ahli migas yang adaptif terhadap perubahan zaman.
© Humas Fakultas Teknologi Industri
Jurnalistik: Callysta Aurina Kania Hatta (RMG24)














