FTI Itera Perkuat Kesiapan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM melalui Coaching Clinic

Lampung Selatan, 7 Agustus 2026 — Fakultas Teknologi Industri (FTI) Institut Teknologi Sumatera (Itera) terus memperkuat komitmen dalam pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK dan WBBM). Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Coaching Clinic Penguatan Kesiapan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM yang dilaksanakan pada Jumat (7/8/2026) di Ruang Rapat C202 FTI Itera.

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30-16.00 WIB tersebut menghadirkan Doni Agus Wijayanto, S.E., M.M. (Kepala Kantor Administrasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada) sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Zaki Hilman, S.T., M.T. (Ketua Tim Zona Integritas Fakultas Teknologi Industri Itera). Coaching clinic ini membahas sejumlah aspek strategis dalam pembangunan ZI, mulai dari pemahaman dasar ZI dan strategi menuju WBK dan WBBM, pemetaan peran dan kebutuhan dokumen, penataan bukti dukung, hingga reviu Lembar Kerja Evaluasi (LKE) ZI.

Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa proses penilaian ZI menuju WBK dan WBBM bukan sekadar persoalan kelengkapan administrasi. Ketika sebuah unit kerja diusulkan dalam penilaian nasional, inovasi yang dilakukan akan dilihat dari sejauh mana inovasi tersebut memberikan dampak terhadap lingkungan organisasi dan kualitas layanan.

Beliau membagikan pengalaman pembangunan Zona Integritas di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), termasuk pentingnya pembagian peran yang jelas dalam setiap area perubahan. Idealnya, setiap area memiliki pengelola yang terdiri atas manager, wakil manager, dan anggota sehingga pelaksanaan program dapat berjalan secara terarah. Pembahasan turut menyoroti enam area perubahan dengan FT UGM sebagai contoh antara lain,

  1. Manajemen perubahan: semua sivitas akademika menjadi agen perubahan melalui aplikasi Tegak SHE
  2. Penataan Tata Laksana: SOP disederhanakan diimpllementasikan melalui e-office
  3. Penataan sistem manajemen SDM: kapasitas SDM meningkat dang mendukung program SHE.
  4. Penguatan Akuntabilitas: monitoring dan evaluasi lebih intensif dan capaian dapat dipantau dengan mudah melalui aplikasi dashboard
  5. Penguatan penagwasan: semua stakeholder terlibat aktif dalam penguatan pengawasan melalui kanal yang mudah diakses dan terbuka
  6. Peningkatan kualitas pelayanan publik: unit layanan terpadu yang dapat diakses dengan mudah secara online dan offline

Kegiatan coaching clinic ditutup dengan penegasan bahwa pembangunan ZI menuju WBK harus dibangun melalui komitmen nyata, konsistensi implementasi, dan pembudayaan nilai integritas, bukan semata-mata pemenuhan dokumen administratif. Optimalisasi sistem digital seperti Harmony FTI, e-office, dan inovasi lainnya diharapkan dapat memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan. Pada saat yang sama, pencapaian indikator kinerja utama (IKU), penyelesaian temuan pemeriksaan, kejelasan klaim inovasi, dan keberdampakan inovasi perlu terus dikawal agar pembangunan Zona Integritas benar-benar menghasilkan perubahan yang dirasakan oleh sivitas akademika dan stakeholder FTI Itera.

IMG_0094
PlayPause
IMG_0094
IMG_0116
IMG_0120
previous arrow
next arrow

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top