Kontribusi PREM (Paleo, Rock, and Environment Magnetism) untuk Kampus Berdampak

Institut Teknologi Sumatera (Itera) — Kelompok Keilmuan (KK) Geofisika Lingkungan dan Bencana Alam, Prodi Teknik Geofisika Itera, berkolaborasi dengan Indonesian Rock Magnetic Association (IRMA) menyelenggarakan Studium General bertajuk “Kontribusi PREM (Paleo, Rock, and Environment Magnetism) untuk Kampus Berdampak”, pada Senin, 27 Oktober 2025 secara online.

Kegiatan ini menghadirkan tokoh-tokoh penting di bidang geofisika dan magnetisme, di antaranya Dr. Siti Zulaikah, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Indonesian Rock Magnetic Association (IRMA), Prof. Dr. Sudarningsih, S.Pd., M.Si. selaku narasumber utama, dan Dr. Kartika Hajar Kirana sebagai tamu undangan.

Dalam sambutannya, Ketua KK Geofisika Lingkungan dan Bencana Alam Itera, Dr. Nono Agus Santoso, S.Si., M.T. selaku Sekretaris Indonesian Rock Magnetic Association, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kelompok keilmuan dalam memperkuat kolaborasi riset dan pengabdian berbasis geofisika lingkungan dan magnetisme kebumian.

“PREM atau Paleo, Rock, and Environment Magnetism bukan sekadar konsep riset, tetapi pendekatan ilmiah yang menghubungkan masa lalu bumi dengan tantangan lingkungan masa kini. Melalui kajian magnetisme, kita dapat menelusuri jejak perubahan bumi, menilai kesuburan tanah, hingga memetakan potensi bencana. Semua ini selaras dengan semangat Kampus Berdampak,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Siti Zulaikah menegaskan pentingnya jejaring riset magnetik nasional yang solid.

“IRMA terus berupaya membangun sinergi antarperguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat penelitian magnetik batuan dan tanah. Kolaborasi dengan Itera merupakan langkah nyata menuju riset yang integratif, berorientasi pada lingkungan dan kebencanaan,” ungkapnya.

Dalam sesi materi, Dr. Nono Agus Santoso, S.Si., M.T. membahas tentang Aplikasi Agrogeofisika berbasis Suseptibilitas Magnetik untuk mewujudkan Kampus Hijau dan Berdampak. Sedangkan, Prof. Dr. Sudarningsih membahas peran data magnetik dalam memahami masalah lingkungan, pertanian dan perubahan iklim purba melalui kemagnetan batuan.  Prof. Sudarningsih juga memberikan contoh nyata bentuk kontribusi ke Kampus Berdampak. 

Acara ini turut melibatkan partisipasi aktif mahasiswa Teknik Geofisika Itera dan mahasiswa luar Itera seperti mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Sriwidaya dan Institut Teknologi Bandung, yang berperan dalam diskusi interaktif dan sesi tanya jawab. Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Fakultas Teknologi Industri dan Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika (HMTG) Mayapada Itera atas dukungan dan bantuan dalam penyelenggaraan kegiatan ini, mulai dari persiapan teknis hingga pelaksanaan acara di lapangan.

Studium General ini diharapkan menjadi wadah inspiratif bagi mahasiswa dan dosen untuk memperluas wawasan keilmuan serta memperkuat jejaring riset antara Itera dan IRMA.
Kegiatan ini juga menegaskan komitmen Itera dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang berdampak nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

WhatsApp Image 2025-10-28 at 16.01.16
PlayPause
WhatsApp Image 2025-10-28 at 16.01.16
WhatsApp Image 2025-10-28 at 16.01.17 (1)
WhatsApp Image 2025-10-28 at 16.01.17
WhatsApp Image 2025-10-28 at 16.01.18
previous arrow
next arrow
Scroll to Top