Itera Tingkatkan Pemahaman Guru dan Siswa SMAN 14 Bandar Lampung tentang Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari
Itera NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) terus berperan aktif dalam memajukan pendidikan sains di daerah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, Program Studi Rekayasa Minyak dan Gas (RMG) Itera sukses menggelar program edukasi dan pelatihan bagi guru dan siswa-siswi SMA Negeri 14 Bandar Lampung.
Kegiatan yang bertajuk “Pelatihan Pembuatan Modul Praktikum Kimia bagi Guru Kimia SMA Negeri 14 Bandar Lampung” ini diselenggarakan pada hari Kamis 30 November 2025, dan diikuti oleh guru mata pelajaran Kimia serta siswa-siswi kelas XI MIPA. Sebelumnya, TIM PKM RMG Itera melakukan survey Lokasi untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.
Narasumber utama kegiatan ini, Dosen-Dosen dan Mahasiswa dari Program Studi Rekayasa Minyak dan Gas (RMG) Itera, menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah menjembatani pemahaman konsep kimia yang sering dianggap abstrak menjadi relevan dan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Praktikum kimia yang dilakukan di Laboratorium umumnya melibatkan bahan-bahan kimia yang memiliki potensi bahaya serta terkadang membosankan sehingga tidak banyak menarik minat siswa untuk lebih eksplore kegiatan praktikum Kimia. Oleh karena itu, Kegiatan PKM mencoba merancang rangkaian percobaan kimia yang menyenangkan dengan pendekatan bahan-bahan dari mudah ditemukan. Dengan begitu, siswa diharapkan dapat lebih interaktif, fokus dan memahami esensi praktikum dengan pola yang lebih menyenangkan.
Salah satu tema Modul Praktikum ini adalah permodelan struktur geometri molekul oleh Ibu Friska Hasugian, M.Si yang mengedepankan Pembahasan mendalam mengenai geometri molekul dan hubungannya dengan sifat-sifat fisik zat, seperti kepolaran dan titik didih, yang diaplikasikan pada air, deterjen, dan bahan makanan.
Sementara itu, tema praktikum lain yang dijelaskan oleh Bapak Muhammad Rifqi Dwi, M.T dan Randy Yusuf Kurniawan, M.Si menjelaskan mengenai Dinamika Kinetika kimia dengan pendekatan pengamatan perubahan materi: Eksplorasi berbagai jenis reaksi kimia yang terjadi di dapur (misalnya, reaksi pada cuka dan Kapur), sehingga melepaskan gelembung-gelembung udara, hingga reaksi pada produk pembersih rumah tangga. Tema terakhir yang dijelaskan oleh Ibu Dwi Miftha, M.T. menjelaskan suatu reaksi kimia organik sederhana dengan pengamatan bau yang terbentuk. “Mirip seperti pisang”, ujar salah satu siswa.
“Seringkali siswa kesulitan membayangkan bentuk molekul. Padahal, bentuk geometris inilah yang menentukan mengapa garam larut dalam air atau mengapa suatu sabun bisa membersihkan lemak. Dengan mengaitkan geometri molekul dan reaksi kimia pada hal-hal yang mereka temui setiap hari, kita berharap Kimia menjadi mata pelajaran yang lebih menarik dan bermakna,” Andri Yadi P, S.Si., M.Sc ujarnya dalam sambutannya.
Dukungan Peningkatan Mutu Pendidikan
Kepala Sekolah SMA N 14 Bandar Lampung, H. Hendra Putra, S.Pd., M.Pd., menyambut baik program ini sebagai bentuk dukungan nyata Itera terhadap peningkatan mutu pembelajaran sains di sekolah.
“Kami sangat bersyukur atas kolaborasi ini. Materi yang disampaikan sangat relevan dan mampu memberikan perspektif baru bagi para guru tentang cara mengajar, serta memicu rasa ingin tahu siswa terhadap ilmu Kimia. Ini adalah modal penting agar siswa kami termotivasi untuk mendalami ilmu pengetahuan,” ujarnya.
“Program Studi Rekayasa Minyak dan Gas Itera berupaya agar dasar-dasar ilmu Kimia dapat dipahami secara utuh, mulai dari skala nano – seperti geometri molekul – hingga perubahan makroskopis yang kita lihat sehari-hari melalui reaksi kimia. Kami berharap materi ini dapat menjadi bekal bagi para siswa SMAN 14 Bandar Lampung untuk studi lanjut di perguruan tinggi,” tutupnya.




















