Melaka, Malaysia, 30 April 2026 — Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) teknik Indonesia di tingkat global terus diakselerasi melalui program mobilitas internasional. Sebanyak sembilan mahasiswa Institut Teknologi Sumatera mengikuti Student Mobility Program 2026 di Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), sebagai bagian dari kerja sama strategis antar perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.
Program yang berlangsung pada 16 Maret hingga 17 Juli 2026 ini dirancang untuk memberikan pengalaman akademik lintas negara yang aplikatif dan selaras dengan kebutuhan industri global. Para mahasiswa tiba di Malaysia pada 30 Maret 2026 dan saat ini telah memasuki minggu ketujuh perkuliahan, dengan proses adaptasi yang berjalan optimal baik dari sisi akademik maupun sosial.
Selama program berlangsung, mahasiswa menempuh studi di Faculty of Electrical Technology and Engineering, dalam program Bachelor of Technology (Industrial Power) with Honours (BELK). Kurikulum yang diikuti meliputi Industrial Automation, High Voltage Technology, Electronic Principles, Engineering Materials, serta Control and Instrumentation. Model pembelajaran di UTeM menitikberatkan pada praktik berbasis laboratorium, dengan intensitas laboratory session yang lebih tinggi dibandingkan pembelajaran di kelas, sehingga memperkuat kompetensi teknis mahasiswa melalui pendekatan pembelajaran yang aplikatif dan berbasis kebutuhan industri.
Adapun mahasiswa peserta program terdiri atas:
- Aisyah Maharani Irawan
- Mulyawati Kinasih
- Alia Fathia Rahma K
- Bhoas Mourinho Silalahi Sidebang
- Prima Rocky Christian
- Muhammad Alfarizi Putra Trivia
- Lois Agung Fernando Dongoran
- Fawwaz Bariq Gadi
- Azizil Umam Sabri
Selain kegiatan akademik, mahasiswa juga terlibat aktif dalam berbagai aktivitas kampus serta interaksi lintas budaya yang memperkaya pengalaman internasional. Dinamika kehidupan akademik di UTeM, termasuk mobilisasi harian antar kampus menggunakan fasilitas transportasi internal, menjadi bagian dari proses adaptasi mahasiswa dalam lingkungan pendidikan tinggi global.
Program ini juga menghadirkan tantangan adaptasi, terutama dalam aspek komunikasi lintas budaya dan bahasa. Namun demikian, kedekatan bahasa Indonesia dan Malaysia, serta penggunaan bahasa Inggris dalam kegiatan akademik, menjadi faktor yang mempercepat proses integrasi mahasiswa di lingkungan internasional.
Muhammad Alfarizi Putra Trivia, salah satu peserta program, menilai pengalaman ini sebagai langkah strategis dalam pengembangan kapasitas diri. “Program ini memberikan pengalaman akademik yang komprehensif sekaligus membentuk kesiapan kami untuk berkompetisi di tingkat global. Pembelajaran berbasis praktik, interaksi lintas budaya, serta penguatan jejaring internasional menjadi nilai tambah yang signifikan dalam perjalanan kami sebagai calon insinyur,” ujarnya.
Lebih lanjut, setelah menyelesaikan rangkaian perkuliahan pada 17 Juli 2026, para mahasiswa akan melanjutkan program dengan kegiatan magang di perusahaan yang berada di bawah naungan Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM). Tahapan ini dirancang sebagai bentuk integrasi antara pembelajaran akademik dan pengalaman industri secara langsung, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga kompetensi praktis yang relevan dengan dunia kerja.
Partisipasi mahasiswa ITERA dalam program ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga mendorong transfer pengetahuan dan pengalaman ke lingkungan kampus asal. Dalam jangka panjang, program ini berpotensi memperkuat kontribusi Indonesia dalam menghasilkan lulusan teknik yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global, sejalan dengan kebutuhan transformasi industri dan teknologi.
Tentang Student Mobility Program 2026
Student Mobility Program 2026 merupakan bentuk implementasi kerja sama internasional antar perguruan tinggi yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan melalui pertukaran mahasiswa, penguatan kompetensi akademik berbasis global, serta pengembangan jejaring internasional yang berkelanjutan.










