Program Studi Rekayasa Kehutanan Itera Hadirkan Kuliah Tamu Bertema Inovasi Material Berkelanjutan

Lampung Selatan, 22 April 2026 – Rekayasa Kehutanan Itera menyelenggarakan Kuliah Tamu pada Rabu, 22 April 2026, di Gedung C-202A, dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Muhammad Aizat Abd. Ghani dari Universitas Malaysia Sabah serta Dr. Sarah Augustina, S.Hut., M.Si. dari Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN. Kegiatan ini mengangkat tema “Pemanfaatan Hasil Hutan dan Jasa Lingkungan: Pendekatan Pengelolaan Berdasarkan Perspektif Jasa Ekosistem dari Sisi Material Berkelanjutan”

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai pemanfaatan hasil hutan, khususnya dalam pengembangan material berbasis biomassa yang ramah lingkungan dan bernilai guna tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami perkembangan riset serta penerapan inovasi material berkelanjutan dalam konteks kehutanan dan industri berbasis sumber daya alam.

Pada sesi pertama, Dr. Sarah Augustina memaparkan materi berjudul ”Strutur property of wood Aerogel with tunable porosity and its application” mengenai wood aerogel sebagai material yang sangat ringan dengan porositas tinggi. Di sisi lain, material ini memiliki kelemahan berupa proses sintesis yang tinggi serta sifat yang rapuh. Dalam pemaparannya, beliau juga menjelaskan bahan baku pembuatan wood aerogel, metodologi wood sponge, metodologi wood aerogel tipe 1 dan tipe 2, serta berbagai potensi aplikasinya.

Sementara itu, Dr. Muhammad Aizat Abd. Ghani menyampaikan materi berjudul “Enhancing the Properties of Non-Wood Biomaterials: A Case Study of Oil Palm and Bamboo.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan kondisi pemanfaatan biomaterial di Sabah, pengenalan Universiti Malaysia Sabah, karakteristik bambu yang terdapat di Sabah dan Malaysia, serta berbagai inovasi bambu yang telah dikembangkan di wilayah tersebut.

Dr. Muhammad Aizat juga menyoroti potensi bambu sebagai salah satu biomaterial non-kayu yang terus dikembangkan untuk berbagai kebutuhan. Penjelasan tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana sumber daya lokal dapat dioptimalkan melalui pendekatan riset dan inovasi material.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan alasan penggunaan kayu balsa, sengon, dan pulai sebagai bahan baku wood aerogel. Menanggapi hal tersebut, Dr. Sarah menjelaskan bahwa ketiga jenis kayu tersebut memiliki densitas yang rendah sehingga lebih mudah dalam proses delignifikasi. Selain itu, pemanfaatannya untuk konstruksi juga masih terbatas, sehingga berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan baku wood aerogel.

Kuliah tamu ini menjadi bagian dari komitmen Itera dalam mendukung penguatan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa mengenai inovasi biomaterial serta pemanfaatan hasil hutan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pengembangan material berbasis sumber daya alam yang dapat mendukung kebutuhan masa depan.

1
PlayPause
1
5
4
2
3
previous arrow
next arrow

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top