Tim mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengembangkan ROBUSTERA, alat pengering kopi hibrida berbasis biomassa sekam kopi dan energi surya untuk meningkatkan efisiensi proses pengeringan kopi robusta di Kelompok Tani Sinarbanten, Desa Gunung Sadar, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara.
Inovasi ini dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) dengan mitra Bapak Candra Darusman, anggota Kelompok Tani Sinarbanten yang telah lama berprofesi sebagai petani kopi.
Mengatasi Permasalahan Pengeringan dan Limbah Sekam Kopi
Dalam proses pascapanen, salah satu permasalahan yang dihadapi mitra adalah proses pengeringan biji kopi yang masih dilakukan secara konvensional dengan mengandalkan kondisi cuaca. Metode tersebut membutuhkan waktu sekitar 7–14 hari sehingga proses pengeringan menjadi kurang efisien dan sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Pengeringan yang kurang optimal juga dapat memengaruhi kualitas biji kopi. Biji kopi berpotensi memiliki kadar air yang masih tinggi, mengalami kerusakan fisik seperti patah, serta perubahan warna menjadi kehitaman apabila proses pengeringan tidak berlangsung secara optimal.
Di sisi lain, proses pascapanen juga menghasilkan limbah sekam kopi yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sekam kopi cenderung dibiarkan menumpuk di sekitar area pengolahan sehingga mengurangi ruang yang dapat digunakan dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi petani.
Melihat dua permasalahan tersebut, tim mahasiswa Itera menghadirkan ROBUSTERA sebagai solusi yang mengintegrasikan proses pengeringan kopi dengan pemanfaatan limbah sekam kopi.
ROBUSTERA Manfaatkan Sekam Kopi sebagai Sumber Energi
ROBUSTERA dirancang sebagai alat pengering hibrida yang memanfaatkan briket sekam kopi sebagai sumber panas dan energi surya sebagai sumber energi listrik untuk mendukung sistem alat. Konsep tersebut memungkinkan limbah sekam kopi yang sebelumnya tidak termanfaatkan untuk diolah menjadi sumber energi dalam proses pengeringan.
ROBUSTERA memiliki kapasitas pengeringan maksimal hingga 15 kg biji kopi dalam satu kali proses pengeringan. Kapasitas tersebut dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan pengolahan kopi pada tingkat kelompok tani sekaligus menjaga proses pengeringan berlangsung secara terkendali.
Dengan konsep tersebut, ROBUSTERA tidak hanya ditujukan untuk menyelesaikan permasalahan pengeringan kopi, tetapi juga memberikan solusi terhadap permasalahan limbah sekam kopi di tingkat petani.
Proses Pengembangan hingga Implementasi
Dalam pengembangannya, tim melakukan observasi langsung kepada mitra untuk mengidentifikasi permasalahan pada proses pengolahan dan pengeringan kopi. Hasil observasi kemudian menjadi dasar dalam proses perancangan dan pembuatan alat.
Setelah alat direalisasikan, tim melakukan pengujian untuk mengetahui kemampuan ROBUSTERA dalam mengeringkan biji kopi. Tahapan tersebut dilanjutkan dengan penerapan teknologi secara langsung kepada mitra untuk memastikan alat dapat digunakan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Implementasi ROBUSTERA kepada Kelompok Tani Sinarbanten dilaksanakan pada 5–6 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, tim memperkenalkan cara pengoperasian alat sekaligus pemanfaatan sekam kopi sebagai bahan baku briket biomassa.
Mampu Menurunkan Kadar Air Kopi dari 30,5% Menjadi 10,5% dalam 2 Jam
Hasil pengujian menunjukkan bahwa ROBUSTERA mampu mempercepat proses pengeringan kopi. Pada pengujian yang dilakukan, biji kopi dengan kadar air awal sebesar 30,5% berhasil dikeringkan menjadi 10,5% dalam waktu sekitar dua jam.
Dengan kapasitas maksimal 15 kg dalam satu kali proses pengeringan, ROBUSTERA menunjukkan potensi untuk meningkatkan efisiensi proses pengeringan dibandingkan metode konvensional yang membutuhkan waktu hingga beberapa hari dan bergantung pada kondisi cuaca.
Selain digunakan untuk pengeringan kopi, ROBUSTERA juga dirancang dengan konsep yang berpotensi diterapkan pada berbagai komoditas pertanian lainnya. Pengembangan lebih lanjut memungkinkan teknologi ini digunakan untuk membantu proses pengeringan komoditas seperti padi, kakao, lada, jagung, dan komoditas pertanian lainnya.
Mitra Merasakan Manfaat ROBUSTERA
Mitra Kelompok Tani Sinarbanten, Candra Darusman, menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran ROBUSTERA yang dinilai membantu petani dalam mengatasi kendala pengeringan kopi. Menurutnya, teknologi tersebut memberikan perbedaan yang signifikan dibandingkan proses pengeringan secara konvensional yang selama ini dilakukan.
“Pertama, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Kementerian Pendidikan dan tim ROBUSTERA. Tentunya kami merasa sangat terbantu dengan teknologi yang telah diciptakan oleh adik-adik, khususnya untuk petani kopi. Selama ini proses pengeringan secara konvensional membutuhkan waktu sekitar 7–14 hari dan bergantung pada kondisi cuaca. Namun, dengan adanya ROBUSTERA, kami merasa sangat terbantu. Kualitas alatnya sangat baik dan jika dibandingkan dengan metode konvensional, perbedaannya sangat jauh. Waktu pengeringan menjadi lebih cepat, prosesnya lebih terkontrol, dan limbah sekam kopi juga dapat dimanfaatkan. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Kementerian Pendidikan dan tim ROBUSTERA. Semoga teknologi ini dapat memberikan manfaat untuk masa depan kopi di Indonesia. Sukses untuk tim ROBUSTERA,” ujar Candra Darusman.
ROBUSTERA Berpotensi Dikembangkan untuk Berbagai Komoditas
Ketua Tim ROBUSTERA, Egi Setiawan, menyampaikan bahwa inovasi tersebut dikembangkan untuk memberikan solusi terhadap dua permasalahan utama yang dihadapi petani, yaitu proses pengeringan dan pemanfaatan limbah sekam kopi.
“Melalui ROBUSTERA, kami tidak hanya berupaya menyelesaikan permasalahan pengeringan kopi, tetapi juga memanfaatkan sekam kopi sebagai sumber energi sehingga limbah dapat memiliki nilai tambah. Ke depannya, ROBUSTERA juga berpotensi dikembangkan untuk berbagai komoditas, sehingga tidak hanya digunakan untuk kopi, tetapi juga dapat membantu proses pengeringan padi, kakao, lada, jagung, dan komoditas lainnya,” ujar Egi Setiawan, Ketua Tim ROBUSTERA.
Tim berharap ROBUSTERA dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi Kelompok Tani Sinarbanten, khususnya dalam meningkatkan efisiensi pengeringan dan mengoptimalkan pemanfaatan limbah sekam kopi. Selain itu, teknologi ini diharapkan dapat terus dikembangkan agar memiliki jangkauan penerapan yang lebih luas pada berbagai komoditas pertanian.
Identitas Tim
Judul: ROBUSTERA: Alat Pengering Hibrida Biomassa Sekam Kopi dan Energi Surya untuk Meningkatkan Efisiensi Pengeringan Kopi Robusta Lampung
Kategori: Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI)
Dosen Pendamping:
Fadli Hastito, M.T. – Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Automasi
Ketua Tim:
Egi Setiawan – Teknik Material
Anggota Tim:
Julius Lionel Gustalvo – Rekayasa Instrumentasi dan Automasi
Muhammad Rizki Saputra – Rekayasa Instrumentasi dan Automasi
Rahmat Ramadhan – Rekayasa Instrumentasi dan Automasi
Yolanda Novelin – Teknik Industri
Mitra:
Candra Darusman – Kelompok Tani Sinarbanten
Lokasi Mitra:
Desa Gunung Sadar, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara










