Lampung Selatan, 24 Oktober 2026 — The 5th Engineering Physics International Conference (EPIC 2026) sukses diselenggarakan di Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai co-host. Mengusung tema “Innovative Engineering Physics for Sustainable Technology and Resilient Future,” konferensi internasional ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, praktisi industri, dan mahasiswa untuk berbagi pengetahuan, mempresentasikan hasil penelitian, serta memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ilmu dan teknologi.
EPIC 2026 menghadirkan 84 presenter, yang terdiri atas 44 presenter luring (offline) dan 40 presenter daring (online). Para presenter berasal dari 18 institusi dalam dan luar negeri, di antaranya Osaka University, Princeton University, Arizona State University, The Robert Gordon University, An Giang University, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Jenderal Soedirman, BRIN, dan Institut Teknologi Sumatera, serta berbagai perguruan tinggi lainnya.
Konferensi ini menghadirkan Prof. Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang menyampaikan pesan mengenai pentingnya “Bringing the Benefit of Science and Technologies to Communities” atau menghadirkan manfaat sains dan teknologi bagi masyarakat. Pesan tersebut sejalan dengan semangat konferensi untuk mendorong riset dan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sesi keynote menghadirkan Prof. Yoshitada Morikawa dari Osaka University, Jepang; Anis Lutfi, Director PT SKF Lubrication Indonesia; serta Ir. R. Sugeng Joko Sarwono, M.T., Ph.D. dari Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi, Institut Teknologi Bandung.
Selain itu, EPIC 2026 menghadirkan invited speakers dari berbagai institusi, yaitu Assoc. Prof. Harry Handoko Halim dari Osaka University, Jepang; Assoc. Prof. Thanh Ngoc Pham dari An Giang University, Vietnam; Assoc. Prof. John Isaac Enriquez dari Arizona State University, Amerika Serikat; Assoc. Prof. Febdian Rusydi dari Universitas Airlangga, Indonesia; Febri Andriani, S.T., M.Eng., IPU, dari PT Yokogawa Indonesia; serta Chm. Dr. Fazira Ilyana Abdul Razak dari Universiti Teknologi Malaysia, Malaysia. Kehadiran para pembicara tersebut memperkaya diskusi lintas bidang, mulai dari pengembangan ilmu fisika dan rekayasa hingga penerapan teknologi di industri.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan jejaring kerja sama melalui keterlibatan Badan Kerja Sama Teknik Fisika (BKSTF). Ketua BKSTF, Ir. Estiyanti Ekawati, M.T., Ph.D., bersama perwakilan anggota BKSTF dari Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Multimedia Nusantara turut hadir dalam kegiatan konferensi.
EPIC 2026 ditutup dengan gala dinner yang dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antaranggota BKSTF. Momentum ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antarprogram studi Teknik Fisika, khususnya dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan kolaborasi akademik.
Melalui penyelenggaraan EPIC 2026, ITERA bersama ITB dan jejaring BKSTF berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri semakin berkembang untuk mendukung inovasi teknologi berkelanjutan serta mewujudkan masa depan yang tangguh.
Informasi lebih lanjut mengenai konferensi dapat diakses melalui epic5th2026.org.










































































